Teks berjalan (welcome)

Minggu, 01 Juli 2012

KULIAH KERJA NYATA (KKN) MAHASISWA UNIVERSITAS ANDALAS DI NAGARI MUARO BODI KECAMATAN IV NAGARI KABUPATEN SIJUNJUNG

Muaro Bodi merupakan salah satu nagari yang berada di kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung yang menjadi sasaran kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dari berbagai Universitas di Sumatera Barat. Salah satu universitas yang menjadikan nagari Muaro Bodi sebagai sasaran kegiatan KKN adalah Universitas Andalas.

Tahun 2012, merupakan tahun kedua nagari Muaro Bodi menerima mahasiswa KKN dari Universitas Andalas. Kegiatan KKN mahasiswa Universitas Andalas pada awalnya direncanakan dimulai pada tanggal 4 Juni 2012 sampai 17 Juli 2012. Akan tetapi, dikarenakan adanya acara Tour The Singkarak yang akan melewati Kabupaten Sijunjung pada tanggal 4 Juni tersebut, maka mulainya kegiatan KKN diundur menjadi tanggal 8 Juni 2012. Pada tanggal 8 Juni 2012, serah terima mahasiswa KKN dari Universitas Andalas untuk Kabupaten Sijunjung resmi dilakukan oleh Bupati Sijunjung, Bapak Drs. Yuswir Arifin, MM. Dengan telah dilakukannya serah terima mahasiswa KKN Universitas Andalas, maka secara resmi kegiatan KKN mahasiswa dari Universitas Andalas untuk Kabupaten Sijunjung dimulai.

Jumlah mahasiswa KKN dari Universitas Andalas untuk nagari Muaro Bodi adalah 15 orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 11 orang wanita yang berasal dari berbagai disiplin ilmu dari berbagai fakultas di Universitas Andalas. Tujuan dari kegiatan KKN ini adalah secara umum untuk mendidik mahasiswa agar dapat bersosialisasi dengan baik serta dapat menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah kepada masyarakat.

Bentuk kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN dari Universitas Andalas di nagari Muaro Bodi secara umum terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu kegiatan yang bersifat kenagarian dan kegiatan individual. Untuk kegiatan kenagarian, bentuk kegiatannya berupa pendirian bimbingan belajar berbasis nagari, go green nagari, pengajuan pengadaan bak sampah untuk nagari, dan pembuatan blog nagari. Pendirian bimbingan belajar yang berbasis nagari ini bertujuan untuk membantu siswa-siswi untuk lebih mudah memahami pelajaran. Peran mahasiswa KKN disini adalah sebagai perintis pendirian bimbingan belajar yang kemudian setelah mahasiswa KKN meninggalkan nagari, pengelolaaan dan pembangunannya dilanjutkan oleh nagari itu sendiri. Pada tahap awal pendirian bimbingan belajar, mahasiswa KKN memfokuskan bimbingan belajar untuk siswa-siswi sekolah dasar kelas 3,4,5, dan 6. Dalam perkembangannya nanti diharapkan bimbingan belajar ini juga dapat diperuntukkan untuk siswa-siswi SMP.

Go green nagari merupakan realisasi dari program yang diamanahkan oleh Universitas Andalas untuk nagari Muaro Bodi yang merupakan nagari gerakan penyejahteraan pertanian. Bentuk kegiatan go green ini adalah pemanfaatan halaman rumah warga nagari Muaro Bodi untuk tanaman sayuran yang bibitnya berasal dari Universitas Andalas. Bibit sayuran ini, rencananya akan ditanam pada kedua jorong yang terdapat di nagari Muaro Bodi, yaitu jorong Dusun Tuo dan jorong Tanjung Pauh.

Pengajuan pengadaan bak sampah nagari dilatar belakangi karena masih adanya warga nagari Muaro Bodi yang membuang sampah ke sungai. Bentuk kegiatan dari pengadaan bak sampah ini adalah mahasiswa KKN membuat proposal kerjasama pengadaan bak sampah yang akan diajukan ke dinas terkait.

Kegiatan kenagarian yang terakhir adalah pembuatan blog nagari. Blog nagari ini dibuat oleh mahasiswa KKN yang berisi informasi tentang nagari Muaro Bodi. Selain membuat blog nagari, mahasiswa KKN juga mengajarkan bagaimana mengelola blog nagari tersebut kepada perangkat nagari muaro bodi agar nanti dapat diperbaharui sendiri oleh perangkat nagari itu sendiri.

Kegiatan individual merupakan kegiatan yang berdasarkan basis ilmu masing-masing mahasiswa KKN. Bentuk kegiatannya seperti pelatihan dokter kecil, penyuluhan pembuatan pakan ternak, pengenalan internet pada siswa sekolah dasar, dan lain-lain. Kegiatan individual ini akan dilaksanakan selama masa KKN berlangsung.

Sabtu, 30 Juni 2012

SARANA DAN PRASARANA NAGARI MUARO BODI

˜ Sarana Kesehatan

No.
Jenis Sarana Pelayanan Kesehatan
Jumlah Unit
1
Poliklinik
1
2
Posyandu
2
3
Puskesmas
1
4
Dokter Praktek
2

˜ Sarana Pendidikan

No.
Jenis Sarana Pendidikan
Jumlah Unit
Nama Sarana Pendidikan
1
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
2
  •  PAUD Kampung Boncah Tj. Pauh
  • PAUD Mutiara Bunda Jorong Dusun Tuo
2
Sekolah Dasar (SD)
3
  • SDN 03 Muaro Bodi
  • SDN 07 Muaro Bodi
  • ΓΌ SDN 10 Muaro Bodi
3
Sekolah SLTP
1
SLTP 6 Muaro Bodi
4
Sekolah SLTA
1
SMK 3 Sijunjung

˜ Sarana Keagamaan

No.
Jenis Sarana
Jumlah Unit
Nama Sarana
1
Mesjid
1
Mesjid Istiqlal
2
Mushalla


Keadaan Sosial, Ekonomi dan Budaya Nagari Muaro Bodi


˜ Kesehatan
Dalam rangka peningkatan kualitas dan kesehatan penduduk, pemerintah Nagari Muaro Bodi telah menggalakkan pelaksanaan program keluarga berencana. Sosialisasi dan peningkatan program keluarga berencana terus dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai kegiatan seperti program penyuluhan keluarga berencana bagi pasangan usia subur (PUS) yang baru, pencegahan dan pengaturan jarak kelahiran bagi mereka dan program-program lain. Selain itu pemerintah menyediakan alat kontrasepsi dan pe;layanan KB secara gratis atau Cuma-Cuma bagi penduduk Rumah Tangga Miskin.
Tingginya angka kematian ibu, bayi dan balita diduga disebabkan oleh banyak faktor. Faktor utama adalah ISPA, tetanus dan kekurangan gizi. Faktor lain adalah faktor lingkungan dan prilaku penduduk dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan sewaktu hamil dan melahirkan , seperti pola makanan , jarak kelahiran dan jumlah anak.
Di Nagari Muaro Bodi , jumlah tenaga medis yang tersedia , ibu yang mendapat pelayanan kesehatan dan jumlah ibu yang ikut Keluarga Berencana dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Jumlah Tenaga Medis
No.
Tenaga Medis
Jumlah
1
Dokter Umum
1
2
Bidan Desa
2
3
Mantari Kesehatan
1
4
Dukun Beranak Terlatih
1

Jumlah Ibu yang mendapatkan Pelayanan Kesehatan
No.
Uraian Kegiatan Kesehatan
Jumlah
Persentase
1
Ibu hamil yang menjalani pemeriksaan
54
100 %
2
Ibu hamil yang mendapatkan imunisasi
23
100 %
3
Jumlah ibu melahirkan dengan dokter
12
15 %
4
Jumlah ibu melahirkan dengan bidan
45
85 %
5
Jumlah ibu melahirkan dengan dukun
-
0 %
6
Jumlah ibu melahirkan yang meninggal
-
0 %

Jumlah Ibu yang ikut Keluarga Berencana (KB)
No.
Golongan Umur Ibu
Jumlah
Persentase
1
Peserta KB golongan Umum
187
33.65 %
2
Ibu yang umur 20 tahun
23
4.30 %
3
Ibu yang umur 21 – 30
98
20.76 %
4
Ibu yang umur 31 – 41
124
23.39 %
5
Ibu yang umur 41 tahun ke atas
34
14.32 %
6
Ibu yang tidak ikut KB
35
3.58 %
Jumlah Total
401
100 %

˜ Bidang Ekonomi
1.      Mengembangkan system ekonomi kerakyatan yang bertumpu kepada potensi wilayah dan sumber daya manusia yang dimiliki
2.      Menciptakan pertumbuhan ekonomi secara bersama
3.      Mengembangkan iklim persaingan yang sehat dan menghindari berbagai bentuk distorsi pasar yang dapat merugikan masyarakat
4.      Meningkatkan pembinaan dan pemberdayaan usaha kecil, menengah dan koperasi dalam bidang pemasaran akses terhadap sumber daya modal
5.      Mengembangkan produk yang berorientasi pasar nasional dan global sesuai dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki
6.      Mengembangkan system industry, perdagangan dan investasi dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi nagari secara berlanjutan
7.      Menciptakan kesempatan kerja dan berusaha bagi segenap rakyat dan menghapuskan segala bentuk deskriminasi
8.      Mengembangkan segala milik Negara secara efisien , transparan dan professional terutama usaha – usaha yang berkaitan erat dengan menyediakan fasilitas public.
9.      Mengembangkan hubungan kemitraan antara pengusaha kecil, menengah, koperasi dan badan usaha kecil nagari lainnya dalam rangka memperkuat struktur ekonomi nagari.
10.  Mengembangkan system ketahanan pangan yang berbasis pada keanekaragaman sumber daya pangan dan kuantitas yang ditumbuhkan pada tingkat harga yang terjangkau dengan memperhatikan pendapatan nagari.
11.  Mengembangkan defersifikasi pertanian yang berbasis teknologi kimia dan biologi yang ramah lingkungan.
12.  Memberdayakan dan meningkatkan posisi tawar petani melalui berbagai program pembinaan dan mengakseskan mereka kepada sumber permodelan dan pemasaran
13.  Meningkatkan penyediaan dan pemerataan sumber daya energy
14.  Menggali potensi sumber daya alam dan lahan secara optimal sesuai dengan daya dukung yang ada.
15.  Mengembangkan kebijakan pertanahan guna meningkatkan pemanfaatan secara adil, transparan dan produktif dengan mengutamakan hak – hak rakyat local, termasuk hak ulayat dan masyarakat adat, berdasarkan tata ruang wilayah.
16.  Meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui bimbingan teknis sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.
17.  Mempercepat proses pengentasan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran melalui keterpaduan (sinergis) antara lembaga terkait.
18.  Pengembangan dan pengelolaan pengairan.
19.  Menyediakan sarana dan prasarana umum.
20.  Mengembangkan efektivitas ekonomi masyarakat sebagai basis pendapatan asli Negara.